Bagaimana kegiatan sehari tadi?
Berat yaa?
Ngga papa kok kalau mau ngeluh, sini aku dengerin.
.
.
Banyak dari kita yang sudah mulai bisa bersyukur dan menerima takdir yang sudah Tuhan berikan. Thatss greatt!!!
Tapi, bukan berarti kamu ga boleh ngeluh, bukan berarti kamu ga boleh nangis, bukan berarti kamu harus bisa menerima semuanya. Terkadang, ada beberapa hal yang cukup menguras energi kamu, baik fisik maupun batin yang membuat kamu lelah. Dan sampai pada titik lelah itu, akhirnya naluri dari dalam diri kamu mengeluarkan itu dengan otomatis.
Coba deh, diinget-inget lagi, pernah ga kamu ga sadar kalo diri kamu sebenernya lelaaahh bangettt, tapi kamu merasa fine, until ur body makes it happen. Contoh, pernah ga si kamu lagi makan-makanan favoritmu, sambil menonton tayangan youtube yang kamu suka, saat si youtuber sedang menjelaskan sesuatu dengan bahagianya, tapi tiba-tiba air matamu jatuh, rintik, rintik, teruss deras seperti air terjun. Haha lebay.
Dan pada saat itu juga kamu berusaha menghentikan air mata yang sudah tak terbendung, sambil merasa bingung.
Aneh.
Kenapa tiba-tiba nangis. Deras sekali.
.
Sampai kamu tersadar, ternyata selama ini kamu kuat, kamu menyimpan rasa sakit itu dengan baik. Tapi sayangnya tubuhmu butuh ruang yang lebih lapang.
Itulah mengapa, manusia disebut sebagai makhluk sosial. Ia membutuhkan sarana komunikasi untuk bertahan hidup. Manusia butuh teman, ia butuh tempat untuk bercerita, entah untuk memberi obat dan mendapatkan solusi, atau hanya sekedar ingin didengar lalu bisa tenang.
Sepertinya akan menyenangkan, jika kita punya 'tempat' untuk bercerita, berbagi keluh kesah, memvalidasi pikiran-pikiran, ide-ide random kita.
Ya, kita senang jika didengar.
Tapi seiring dewasa, kita dihadapkan dengan people come and go. Ngga ada yang bener-bener bisa stay dengan kita kecuali memang sudah jodohnya. Ya, itu kekurangan manusia.
Ngga abadi. Semua tipu-tipu. Hehe.
But, as long as kamu punya Allah, tenang aja. Dia itu Maha Pendengar, lagi Maha Tahu. Jadi, seterpuruk apapun kamu, sebahagia apapun kamu, se-jelek apapun kamu di mata Manusia, jangan lupa kembali, cerita ke Allah. Yakin deh, itu nenangin banget.
Sampai kamu bertemu dengan orang yang tepat, semoga kamu bisa cerita di tempat yang tepat, ya.
Nanti kita cerita tentang hari ini. Esok, dan seterusnya.
Love,
Jana🤍

Komentar
Posting Komentar